Suatu hari Talip pulang telat dari kantornya. Diruang tamu, stevani istrinya tengah tertidur disofa panjang.Talip menghampiri istrinya dan membangunkannya.
"hei..hei.. Bangun..Suami datang bukannya disambut malah molor kayak kebo.." ujar Talip yang kesal.
"maaf mas.. Saya ketiduran.Tadinya saya sedang menunggu mas disini. Tapi karna larut malam,saya ketiduran."jawab stevani.
"halah..Jangan banyak alasan.Cepat bikinkan saya kopi."bentak Talip.
"iya mas..Tapi jawab dulu.Mas ini dari mana.Kenapa jam segini baru pulang." tanya stevani.
"oow.. Jadi kamu sudah mulai mencurigai saya ya..?" hardik Talip sambil melotot.
"bukan itu maksud saya mas.Dari tadi saya kuatir mas belum pulang jam segini. Takut terjadi apa-apa sama mas."jawab stevani sambil menunduk.
"sudah..!!! Cepat bikinkan saya kopi."bentak Talip memarahi istrinya.
Begitulah sikap Talip kepada istrinya setiap hari.Cinta suami yang sudah mulai pudar tetap diterima stevani dengan lapang dada.
Suatu hari Stevani mendatangi suaminya dikantornya.Stevani ingin memberi kejutan dihari ulang tahun suaminya yang jatuh hari itu. Sambil membawa kue kesukaan suaminya yang disertai kado, Stevani masuk keruang kerja suaminya.Tapi alangkah terkejutnya Stevani saat itu.Ternyata suaminya sedang bermesraan dengan sekretarisnya.Talip pun kaget bukan kepalang. Stevani yang tak mampu membendung amarahnya langsung berlari keluar sambil menangis. Sedangkan Talip ikut menyusul istrinya.
Sesampainya dirumah,Stevani langsung menuju lemari dan mengeluarkan isi lemarinya.Baju yang terlipat rapi dimasukan kedalam koper dangan acak-acakan. Kesabarannya sudah habis. Talip mencoba meminta maaf pada istrinya.
"maafin saya..! Saya salah..! Saya menyesal."kata Talip dengan penuh penyesalan.
"sudah cukup mas..! Samuanya sudah jelas.Dihadapan mataku kamu telah berselingkuh. Selama ini saya masih bisa menerima sikapmu yang kasar. Tapi kalau sudah diduain begini, saya tidak terima. Saya minta cerai." bentak Stevani yang dirundung kemurkaan.
Akhirnya perceraian pun tidak terhindari.Talip sudah resmi bercerai dengan istrinya.Dan mulai dengan lembaran baru. Stevani berusaha membiasakan diri untuk tidak tergantung lagi dengan suaminya. Stevani mulai berkecimpung dengan usaha kecil-kecilan berjualan roti kepasar-pasar.Usaha itu ditekuninya dengan sungguh-sungguh.
Lama kelamaan usaha kecil-kecilannya itu berubah menjadi toko kue terkenal dikalangan masyarakat.
Sedangkan Talip cuma bisa menyesali diri.Usaha yang telah dia dirikan selama ini mulai menurun. Sahamnya anjlok total sampai pada akhirnya dia bangkrut karna sejumlah rekan kerjanya bermain curang dalam penanaman saham.
Kini talip menjadi pengangguran. Kemana-mana mencari pekerjaan hasilnya nihil. Tidak ada yang mau menerimanya sebagai pegawai. Apa boleh buat, Dari pada tidak makan, lebih baik menjadi tukang sapu-sapu jalan. Yang penting bisa makan.
Tiap hari, Talip menyapu halaman sekolah dari pagi sampai sore. Kini dia sudah bisa menerima kegagalannya dimasa silam.
Hingga suatu hari,Stevani datang kesekolah itu sambil membimbing anaknya.Talip menyadari kedatangan mantan istrinya itu. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan Stevani disini.Ternyata Stevani sudah mempunyai keluarga baru. Dia akan menyekolahkan anaknya disekolah tempat Talip bekerja.
Setiap hari Stevani datang kesekolah itu untuk mengantar jemput anaknya dengan sebuah mobil yang kendarai oleh suami barunya. Sekarang mereka jauh berbeda.
Singkat cerita.Stevani datang menjemput anaknya yang sedang ada pelajaran tambahan. Kebetulan gerbang sekolah sudah ditutup.Talip yang saat itu sedang menyapu didepan gerbang,dipanggil oleh Stevani."pak..! Kelas 1 C udah bubaran belum pak..?" tanya Stevani dari dalam mobil.
Namun Talip pura-pura tidak mendengarkannya Malah membelakangi Stevani sambil menurunkan topinya agar wajahnya tidak kelihatan.
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
"halah..Jangan banyak alasan.Cepat bikinkan saya kopi."bentak Talip.
"iya mas..Tapi jawab dulu.Mas ini dari mana.Kenapa jam segini baru pulang." tanya stevani.
"oow.. Jadi kamu sudah mulai mencurigai saya ya..?" hardik Talip sambil melotot.
"bukan itu maksud saya mas.Dari tadi saya kuatir mas belum pulang jam segini. Takut terjadi apa-apa sama mas."jawab stevani sambil menunduk.
"sudah..!!! Cepat bikinkan saya kopi."bentak Talip memarahi istrinya.
Begitulah sikap Talip kepada istrinya setiap hari.Cinta suami yang sudah mulai pudar tetap diterima stevani dengan lapang dada.
Suatu hari Stevani mendatangi suaminya dikantornya.Stevani ingin memberi kejutan dihari ulang tahun suaminya yang jatuh hari itu. Sambil membawa kue kesukaan suaminya yang disertai kado, Stevani masuk keruang kerja suaminya.Tapi alangkah terkejutnya Stevani saat itu.Ternyata suaminya sedang bermesraan dengan sekretarisnya.Talip pun kaget bukan kepalang. Stevani yang tak mampu membendung amarahnya langsung berlari keluar sambil menangis. Sedangkan Talip ikut menyusul istrinya.
Sesampainya dirumah,Stevani langsung menuju lemari dan mengeluarkan isi lemarinya.Baju yang terlipat rapi dimasukan kedalam koper dangan acak-acakan. Kesabarannya sudah habis. Talip mencoba meminta maaf pada istrinya."maafin saya..! Saya salah..! Saya menyesal."kata Talip dengan penuh penyesalan.
"sudah cukup mas..! Samuanya sudah jelas.Dihadapan mataku kamu telah berselingkuh. Selama ini saya masih bisa menerima sikapmu yang kasar. Tapi kalau sudah diduain begini, saya tidak terima. Saya minta cerai." bentak Stevani yang dirundung kemurkaan.
Akhirnya perceraian pun tidak terhindari.Talip sudah resmi bercerai dengan istrinya.Dan mulai dengan lembaran baru. Stevani berusaha membiasakan diri untuk tidak tergantung lagi dengan suaminya. Stevani mulai berkecimpung dengan usaha kecil-kecilan berjualan roti kepasar-pasar.Usaha itu ditekuninya dengan sungguh-sungguh.
Lama kelamaan usaha kecil-kecilannya itu berubah menjadi toko kue terkenal dikalangan masyarakat.
Sedangkan Talip cuma bisa menyesali diri.Usaha yang telah dia dirikan selama ini mulai menurun. Sahamnya anjlok total sampai pada akhirnya dia bangkrut karna sejumlah rekan kerjanya bermain curang dalam penanaman saham.
Kini talip menjadi pengangguran. Kemana-mana mencari pekerjaan hasilnya nihil. Tidak ada yang mau menerimanya sebagai pegawai. Apa boleh buat, Dari pada tidak makan, lebih baik menjadi tukang sapu-sapu jalan. Yang penting bisa makan.
Tiap hari, Talip menyapu halaman sekolah dari pagi sampai sore. Kini dia sudah bisa menerima kegagalannya dimasa silam.
Hingga suatu hari,Stevani datang kesekolah itu sambil membimbing anaknya.Talip menyadari kedatangan mantan istrinya itu. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan Stevani disini.Ternyata Stevani sudah mempunyai keluarga baru. Dia akan menyekolahkan anaknya disekolah tempat Talip bekerja.
Setiap hari Stevani datang kesekolah itu untuk mengantar jemput anaknya dengan sebuah mobil yang kendarai oleh suami barunya. Sekarang mereka jauh berbeda.
Singkat cerita.Stevani datang menjemput anaknya yang sedang ada pelajaran tambahan. Kebetulan gerbang sekolah sudah ditutup.Talip yang saat itu sedang menyapu didepan gerbang,dipanggil oleh Stevani."pak..! Kelas 1 C udah bubaran belum pak..?" tanya Stevani dari dalam mobil.
Namun Talip pura-pura tidak mendengarkannya Malah membelakangi Stevani sambil menurunkan topinya agar wajahnya tidak kelihatan.
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...


0 komentar:
Posting Komentar